Koreksi Buku Huru Hara Akhir Zaman
Hamba Allah writes
"Syeh Hamid Al ‘aliy ---- Kuwait
Setelah membaca kitab armageddon.. akhir bayan ya ummatal islam (edisi indonesia berjudul Huru Hara Akhir Zaman, penerbit AQWAM,2003) yang ditulis oleh Amin Muhammad Jamaluddin, saya dapati beberapa hal yang perlu ditanggapi dan dikoreksi sbb :
Penulis banyak menukil dari kitab “alfitan” karangan nu’aim bin hammad dan menyebutkan di beberapa tempat bahwa nu’aim adalah guru imam bukhori supaya para pembaca mengira bahwa karena nu’aim adalah guru imam bukhori, sementara imam bukhori adalah seorang imam yang sudah sangat dikenal lagi mumpuni dalam ilmu hadits. Sehingga pembaca pun menyangka bahwa nu’aim juga termasuk orang terpercaya (tsiqoh) karena nu’aim adalah guru imam bukhori. Hal ini adalah tadlis yang tidak layak dilakukan oleh seorang ilmuwan. Karena imam bukhori meriwayatkan hadits dari nu’aim bersama dengan rowi lainnya (yang tsiqoh), dan beliau hanya meriwayatkan dari nu’aim pada satu atau dua hadits. Sementara imam muslim hanya meriwayatkan dari nu’aim dalam satu hadits di muqoddimah seperti dikutip dari muqoddimah fathul bari karangan ibnu hajar (hal. 447).
Juga bahwa disebutkannya seseorang dalam peringkat syuyukh dalam ilmu hadits , hanya berarti seorang muhaddits meriwayatkan darinya tanpa mengandung makna bahwa rwi tersebut tsiqoh, tanpa mengandungmakna bahwa muhaddits pernah belajar darinya. Oleh karena itu dalam catatan syuyukh sebagian huffaz disebutkan disana seorang hafiz mempunyai 1000 syekh seperti hafiz Attobaroni.
Sementara status nuaim bin hammad itu sendiri adalah tsiqoh tetapi seperti yang disebutkan Imam Dzahabi : tetapi hati tidak condong pada riwayat2nya .
Imam yahya bin ma’in berkata : dia(nu’aim) meriwayatkan hadits dari (rowi) yang tidak tsiqoh.
Imam muhaddits solih jazrah berkata : nu’aim meiwayatkan hadits dari hafalannya sendiri, dan dia mempunyai banyak riwayat2 mungkar yg tidak boleh diikuti, saya dengar yahya bin ma’in berkata (tentang nu’aim) : (nu’aim) tidak ada apa2nya dalam ilmu hadits tetapi dia adalah seorang sunni.
Imam dzahabi berkata : saya berpendapat bahwa dia tidak bisa dijadikan pegangan dia menulis sebuah buku yang berjudul “al fitan” yg di dalamnya terdapat hal2 yang menakjubkan dan kemungkaran2.
Akhirnya jelas sudah, bahwa buku armaggeddon dasarnya adalah sebuah buku yang penuh kemungkaran tanpa diteliti dan disaring terlebih dahulu mana yang sohih dan mana yang dho’if. Dalam islam tidak dibenarkan mengambil dasar dari buku seperti ini dalam permasalahan hukum dan berita2.
Terdapat 3 macam koreksi atas buku ini :
Koreksi pertama :
Penulis mengemukakan hadits2 dho’if dan yang tidak ada asalnya lalu mengira2 perkara2 yang akan terjadi berdasarkan hadits2 dho’if tersebut. Terkadang merujukkan riwayat2 itu pada sumber2 yang tidak dikenal para ulama yg mumpuni dalam bidangnya, lalu mengatakan bahwa rujukannya dalah manuskrip yang tersembunyi di sebuah perpustakaan. Dia menukil dari manuskrip itu perkataan2 sahabat yang menurutnya adalah berita tentang peristiwa yg terjadi di masa mendatang.
Koreksi kedua :
Penulis mengemukakan dalam bukunya perkataan dukun/paranormal seperti nostradamos
Koreksi ketiga :
Penulis menentukan maksud hadits sohih yang berisi peristiwa yang akan terjadi pada kejadian2 tertentu tanpa alasan yang jelas sambil memastikan bahwa peristiwa itulah yang dimaksud dalam hadits tsb sampai dia mengatakan (kalau saya tidak yakin maka saya tidak akan menjerumuskan diri saya dalam perkara2 seperti ini). Tidak ketinggalan pula dia terlalu memaksakan dalam menta’wil hadits2 sohih bahkan dho’if agar sesuai dengan kebodohannya.
Contoh koreksi pertama :
Misalnya adalah sebuah hadits yang dianggap sebagai perkataan abu hurairah dan merupakan suatu yang menakjubkan dan sekaligus mengherankan, dia mengatakan bahwa sumbernya dalah sebuah manuskrip yang disimpan di darul kutub al islamiyah pada kitabkhonah Istambul. Hadits tersebut berbunyi demikian : “perang akhir jaman adalah perang dunia, merupakan perng ketiga setelah dua perang besar yang mengakibatkan banyak orang mati, perang pertama dipicu oleh seseorang yang dipanggil tuan besar dan dunia memanggilnya dengan nama hitler”. Penulis mengatakan bahwa hadits ini diriwayatkan oleh abu hurairah, ibnu abbas dan ali bin abi tolib radhuallahu anhum, pada riwayat lain disebutkan bahwa Abu Hurairah merasa takut untuk menyampaikanhadits ini tetapi saat beliau merasa akan mati maka disapaikanlah hadits ini karena takut termasuk orang yang menyembunyikan ilmu maka dia menyampaikan pada orang2 yang saat itu ada di sekitarnya sbb : “dalam berita yang aku ketahui tentang apa yang akan terjadi pada peperangan di akhir zaman, lalu orang yg ada di sekitarnya berkata : beritahukanlah pada kami wahai Abu Hurairah, semoga Allah memberimu balasan yang lebih baik, maka berkatalah dia : pada beberapa puluh tahun setelah 1300 tahun ke depan, maka tunggulah beberpa puluh tahun lagi maka raja romawi bahwa sudah masanya perang dunia terjadi dan Allah pun menghendaki terjadinya peperangan tersebut, tetapi tidak ama setelah itu, sekitar dua puluh tahun seseorang dari sebuah negeri yg disebut jarman menaiki tempuk kekuasaan, orang itu memiliki nama seperti nama kucing, dia bermaksud untuk menguasai dunia dan memerangai semua pihak di negeri salju yang penu hdengan harta yg melimpah, lalu dia masuk pada kemarahan Allah setelah melalui tahun2 yg penuh peprangan, dia mati dibunuh oleh (agen) rus. Pada 50 atau 60 tahun setelah 1300 tahun hijriyah mesir diperintah oleh seseorang yang namanya Nasir yang dijuluki bangsa arab sebagai pemberani bangsa Arab, dia dihinakan oleh Allah pada dua peperangan dan tidak mendapat kemenangan(dalam peperangan itu) tetapi Allah menghendaki kemenangan sebenarnya bagi negeri mesir pada bulan yang disukainya, dan kemenangan ini juga kemenangan bagi nya(nasir) . Lalu mesir membuat robbul bait(Rabb ka’bah ) dan bangsa arab senang dengan asmar sada yang ayahnya lebih terang darinya tetapi dia akan mengadakan perdamaian dengan para perampok masjidil aqsa di negeri sedih yg terdapat di Irak negeri Syam.
Berita ini tidak diketahui sumbernya dan haram untuk dibawakan kecuali disertai dengan keterangan mengenai status kesohihannya. Bagaimana dibolehkan bagi seeorang untuk membawakan khurofat2 seperti di atas dan menisbahkannya pada sahabat nabi yang mulia Abu Hurairah apalagi yang berkaitan dengan pemberitahuan hal ghaib, yang mana tidak boleh berpendapat dengan akal dalam hal itu dan memiliki derajat marfu’ pada nabi sallalahu alaihi wasallam, apalagi kita melihat susunan kata yang lemah seperti igauan orang yang sakit demam.
Penulis menambahkan (atsar ini adalah atsar menakjubkan yang diriwayatkan oleh sahabat Abu Hurairah) dia memastikan bahwa Abu Hurairah telah meriwayatkan hadits yang mirip dengan perkataan orang ‘ajam yang penuh dengan kesalahan dan kelemahan dalam susunan kalimat.
Selanjutnya dia juga berdasar pada hadits “(jangka waktu) antara peperangan besar dan penaklukan qustantiniyah 6 tahun dan dajjal akan keluar pada tahun ke 7” padahal hadits ini dho’if seperti kata syeh Albani dalam buku Mishkat al masoobiih hadits no. 5426.
Dan juga hadits “sebuah tentara akan memerangi negeri hind , Allah akan memenangkan mereka sampai merka menggiring raja2 dengan rantai, Allah akan mengampuni dosa mereka, lalu mereka pun pulang dan mendapati ibnu maryam telah muncul di negeri Syam” hadits ini tidak ada sumbernya.
Hadits dho’if lainnya : “akan muncul suara di Romadhon,kekacauan di bulan syawal, qabilah2 akan berperang pada b ulan dzul qo’dah, dan pada tahun yg sama akan terjadi peperangan di mina yang memakan banyak korban tewas, darah mengalir saat mereka di jumroh aqobah”
Dan hadits berikut : “jika terdengar suara di bulan ramadhan maka kekacauan akan terjadi pada bulan syawal… kami bertanya :Apakah suara teriakan itu ya Rasulullah?beliau menjawab : suara akan muncul pada pertengahan Ramadhan pada malam jum’at, suara itu akan membangunkan mereka yang tidur dan membuat orang yg berdiri serta merta duduk dan membuat orang perempuan keluar dari tempat2 mereka, akan terjadi pada malam jum’at di tahun yang banyak terjadi gempa bumi..
Riwayat dho’if lainnya adalah yang bersumber dari manuskrip tulisan tangan yang tersimpan di dar kitabkhanah di turki yang (menurut penulis) ditulis oleh kaldah bin zaid bin barokah al madani yg berbunyi sbb : “dan peperangan yang terjadi pada negeri kecil yang lebih kecil dari tulang ekor akan mengumpulkan seluruh dunia seakan2 negeri itu adalah negeri yang terkaya yang pernah didatangi oleh para undangan(walimah artinya undangan) , sedangkan pemimpin negeri itu menyerahkan bendera kepemimpinan perang kepada pemimpin kerusakan yang datang dari pantai2 yang jauh, pada saat itu dimulailah peristiwa akhir zaman.maka pemimpin itu mengumpulkan konco2nya dari seluruh dunia dan mereka berhasil mengembalikan kekuasaan si raja lalu hancurlah irak pada permulaan perang akhir zaman, lalu pemimpin negeri tulang ekor akan memerangi tentara imam mahdi dan telah tiba saat kehancuran negeri itu karena pemimpinnya dalah inti dari kerusakan.. imam mahdi akan membunuhya dan mengembalikan tulang ekor kepada bagian tubuhnya..)
Apakah perkataan di atas adalah hadis nabi atau perkataan sahabat? Dan mana sanadnya kalau memang benar perkataan di atas bersumber dar hadits nabi?apalagi susunan katanya sangat jauh dari susunan hadits nabi, bahkan setiap yang memiliki pengetahuan bahasa arab akan memastikan bahwa perkataan di atas tidak mungkin berasal dari nabi saw, bahkan bukan perkataan bangsa arab pada zaman dahulu.
Perkataan penulis : pemimpin neger kecil itu (maksudnya adalah kuwait) akan memerangi tentara imam mahdi membuat kita semua tertawa karena kita semua mengetahui bahwa kuwait dalah negara kecil yang memiliki personil angkatan bersenjata yg sedikit jumlahnya pasti tidak dapat melawan tentara imam mahdi, serang menyerang bukanlah kebiasaan pemimpin kuwait. Juga mereka tidak pernah memulai menyerang suatu negara, tetapi mereka adalah pecinta damai, semua orang tahu hal ini. Mereka tidak pernah memerangi negara sekecil apa pun,bagaimana mereka hendak memerangi balatentara imam mahdi?
Koreksi kedua :
penulis mengutip perkataan nostradamos dalam quartrainnya (pada tahun pertama di abad baru bulan ke sembilan(september 2001) malaikat maut akan datang dari langit, langit akan menyala2 terbakar pada derajat 45, api akan menyala dari kota agung dan kota york…dst).
Sejak kapan kaum muslimin mengambil perkataan dukun2 yang didatangi jin dan setan? Nabi saw bersabda : mereka tidak ada apa2nya, seperti riwayat imam bukhori dari Aisyah RA, bahwa para sahabat bertanya kepada nabi saw tentang dukun lalu nabi menjawab “mereka tidak ada apa2nya”, mereka bertanya Ya Rasulullah mereka terkadang memberitahukan tentang kejadian(yg belum terjadi) lalu benar2 terjadi Nabi bersabda : perkataan itu termasuk perkataan benar yg mereka ambil dari jin lalu dibisikkan pada telinga teman akrabnya tapi sudah dicampur dengan 100 kebohongan.
Dari mana kita tahu bahwa ada 100 perkataan bohong bersama berita ini…ini kalau dukun yahudi ini benar2 mengatakan itu dan bukan hanya dibuat2 oleh pembohong masa kini untuk mengeruk keuntungan dari penjualan buku2 yang memuat hal2 aneh yang sangat laku di pasaran.
Koreksi ketiga :
Di antaranya adalah penulis memastikan maksud beberapa hadits kepada peristiwa2 tertentu. Misalnya hadits berikut : sewaktu ktia sedang duduk2 bersama nabi saw lalu nabi menceritakan pada kami tentang fitnah2, beliau menceritakan banyak sekali tentang fitnah, sampai kepada fitnah sarra’ yang disebabkan oleh seseorang dari ahlil baitku, dia mengira bahwa dirinya termasuk ahlul bait padahal bukan…dst hadits ini sohih diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, Imam Ahmad dan Imam Hakim.
Penulis telah emmastikan bahwa yang dimaksud dengan fitnah sarra’ ini adalah perang teluk 1991, selain itu dia juga memastikan bahwa yang dimaksud dengan penyebab fitnah seperti dalam hadits di atas adalah Emir Kuwait.
Seperti dalam redaksi hadits bahwa fitnah sarra’ akan dipicu oleh seseorang yang termasuk anak cucu nabi saw. Ternyata Al Sabah bukan termauk ahlul bait serta mereka tidak pernah mengaku2 sbagai ahlul bait, bahkan mereka bukan termasuk suku quraisy. Maka penafsiran hadits di atas dengan perang teluk 1991 adalah sangat dipaksakan.
Contoh lain, penulis berdasar kepada hadits seseorang dari bani umayyah akan bersembunyi di mesir, dia memiliki kekuasaan dan jatuh dari kekuasaannya atau dipaksa menuruni kekuasaannya maka dia berlindung ke negeri romawi dan membawa romawi untuk memerang kaum muslimin, maka itulah permulaan perang besar…hadits ini dho’if seperti diterangkan oleh syeh Albani dalam tahqiq jami’ussoghir no 3306.
Penulis menyatakan bahwa yang dimaksud adalah emir kuwait/penguasa kuwait sedangkan maksud mesir adalah negara mesir itu sendiri, oleh karena itu pada lafaz lain hadits ini disebutkan lalu dia berlindung ke negeri romawi dan membawa (pasukan)mereka ke Alexandria walaupun tambahan ini sama dho’ifnya tetapi tidak disebutkan oleh penulis. Juga seperti telah dibahas sebelumnya bahwa penguasa kuwait adalah Al Sobah, bukan dari quraisy apalagi bani umayyah, maka penafsiran hadits tsb dengan penguasa kuwait terlalu dipaksakan.
Juga diketahui bahwa pertama kali kuwait meminta pertolongan dari bangsa arab tetapi setelah tidak ada yang mau menolong maka amerika mengajukan tawarannya untuk kepentingan amerika sendiri, dan tersirat bahwa amerika sudah merencanakan hal itu sejak dulu kala untuk mencapai cita2 jahat penjajahan mereka.
Mari kita perhatikan bersama, bagaimana dia memastikan bahwa amir kuwait adalah bani hasyim, terkadang pula menganggap bahwa mereka adalah bani umayya. Pertentangan seperti ini terjadi tanpa disengaja karena dia ingin mencocok2kan hadits dengan realita yang hanya ada di khayalannya, ketika dia memaksa hadits untuk mengikuti apa yang ada di khayalannya, dia tidak sadar kalo telah membuat pertentangan.
Misalnya lagi, dia mendasarkan pendapatnya dari sebuah hadits yang tidak diketahui sohih tidaknya sufani akan mengalahkan koalisi 2 kali lalu mati dia menafsirkan bahwa sufyani dalam hadits di atas adalah saddam husein, serta menyatkan bahwa sebenarnya saddam husein tidak kalah tapi pasukan koalisi barat lah yang kalah. Katanya koalisi tidak mengalahkan irak, pemerintahannya tetap berdiri, rakyat semakin mencintai presidennya.. yang membuat kita heran adalah ada yang menyanga bahwa irak telah memenangkan perang teluk 1991, padahal pasukan koalisi telah membunuh banyak sekali tentara irak dan menghancurkan angkatan bersenjata irak, sisa tentara irak yang masih hidup mundur dari front membawa kekalahan. Sementara itu koalisi memberi syarat2 yang diterima oleh irak dalam keadaan hina dina, lalu kalau seperti itu bukan kekalahan lalu bagaimana bentuk sebuah kekalahan?
Penulis mengutip hadits hampir saja penduduk syam tidak mendapat dinar(uang) dan mudi(bahan pangan). Kami bertanya : siapa yang melarangnya?jawab Nabi : negara romawi(yang menghalanginya)HR Muslim dan berpendapat bahwa embargo itu terjadi di palestina saat ini, sementara dalam redaksi disebutkan bahwa embargo akan mengenai seluruh negeri syam bukan hanya palestina. Juga saat ini rakyat Palestina tidak dilarang menerima uang yang masuk melalui kiriman bank yang masuk ke bank2 di Palestina, juga menerima kiriman makanan dari luar negeri.
Misal lain lagi, penulis berpendapat bahwa yang dimaksud dalam hadits yang tidak diketahui derajat sohihnya jika panji2 hitam telah berselisih (sesama mereka) maka pembawa panji2 kuning akan mendatangi mereka, panji2 hitam adalah bangsa afghan sementara panji2 kuning adalah tentara barat. Siapa yang mengatakan bahwa warna bendera amerika adalah kuning?
Satu hal lagi yang mengherankan, tentang hadits yang tidak diketahui derajat kesohihannya tanda2 munculnya Mahdi adalah datangnya bendera2 perang dari arah barat dipimpin oleh seorang dari (kabilah) kindah yang berkaki pincang. Bahwa yang dimaksud adalah jendral Richard Meyers komandan pusat tentara amerika karena dia berjalan menggunakan dua buah tongkat. Padahal kita semua mengenal kabilah kindah adalah sebuah kabilah arab yang terkenal, bapak mereka adalah kindah bin tsaur, sebagian lain mengatakan bahwa kindah adalah sebuah kabilah yaman, apa hubungannya dengan komandan pasukan amerika?
Juga penulis telah mengumpulkan hadits2 yang tiadk jelas mengenai sufyani dan menyataan bahwa sufyani adalah saddam husein serta memaksakan diri dalam mencocokkan ciri2 saddam husein dengan apa2 yang tercantum dalam hadits2 tsb.
Katanya : Nuaim bin Hammad telah meriwayatkan beberapa atsar tentang ciri2 sufyani diantaranya sb sufyani adalah anak keturunan kholid bin yazid bin abu sufyan, badannya besar ada bekas cacar di wajahnya, ada titik putih di matanya. Sementara sadam husein badannya biasa2 saja tidak bisa dibilang besar, di wajahnya tidak ada bekas cacar, di matanya tidak ada titikputih, tetapi penulis tetapi mempertahankan pendapatnya bahwa saddam husein adalah sufyani yang tidak ada satu hadits sohih tentang sufyani itu sendiri.
Satu hal lucu adalah ketika penulis membahas sufyani bahwa tangan dan kakinya kecil penulis mengatakan seseorang yang pernah melihat saddam memberitahu saya bahwa tangan dan kakinya kecil.
Lebih lucu lagi ketika dia mengemukakan sebuah hadits akan muncul dari salah seorang keturunan abu sufyan di lembah yabis membawa bendera2 merah seseorang yang tangan dan kakinya kecil, berleher panjang, kulitnya sangat kuning dan terlihat paa dirinya tanda2 (banyak)bekas ibadah. Mana hubungan saddam dengan sifat2 ini, apalagi dalam dirinya terlihat tanda2 bekas ibadah.
Penulis juga memastikan bahwa armageddon –yang merupakan keyakinan ahlulkitab- adalah perang yang akan terjadi antara rusia dan cina di satu pihak (disebut balatentara timur ) melawan amerika dan ingris yang dibantu oleh kaum muslimin yang terpaksa membantu mereka. Lalu penulis mengemukakan beberapa skenario terjadinya perang armageddon dan dia sama sekali tidak sadar bahwa yang disebut balatentara timur (rusia dan konco2nya, atau negara2 pakta warsawa)sudah tidak ada lagi seiring dengan berakhirnya perang dingin. Dan rusia hari ini tidak bisa menopang ekonominya pada waktu admai apalagi dalam keadaan perang, makanya kita lihat rusia minta bantuan negara2 barat untuk membantu sebagian biaya perang melawan mujahidin chechnya. Semua mengetahui hal itu. tidak ada yan tidak tahu.
Kesimpulannya bahwa buku ini tidak berdasarkan metode ilmiah, tetapi seperti karangan orang bodoh, yang ditulis menuruti apa yang ada di pikiran penulis sebelumnya. Penulis berusaha sekuat tenaga mengumpulkan apa yang ada untuk mendukung pendapatnya, serta memaksakan makna hadits2 dalam buku ini yang kebanyakan dho’if, tidak ada sumbernya, mungkar atu maudhu’(palsu), serta dia banyak mendasarkan pendapatnya pada kitab al fitan karangan nu’aim bin hammad yang penuh dengan hadits2 mungkar.
Kalaupun penulis berdasar pada hadits sohih maka maknanya diselewengkan agar sesuai dengan kehendaknya. Penulis banyak sekali memuat khurofat2 (khayalan) dalam bukunya, serta cerita2 yang mirip cerita para dukun. Dan yang lebih parah, penulis menafsirkan perkataan nabi saw tanpa ilmu dan dasar yang benar, dan memastikan bahwa makna hadits tsb adalah seperti peristiwa yang terjadi pada zaman ini dengan keberanian yang mengherankan dalam memastikan sesuatu tanpa bukti dan dalil yang jelas.
Yang harus kita lakukan adalah melarang penjualan buku ini, dan saya menasehati penulis agar bertaubat kepada Allah ta’ala dan kembali pada ajaran yang benar, serta mengikuti wara’nya para ulama dalam membahas perkara2 agama tanpa dalil yang benar. Jika penulis hanya menggunakan hadits2 sohih lalu mengemukakan kemungkinan2 yang mungkin terjadi tanpa memastikan maka akan jauh lebih baik, Wallahu A’lam
Note: diterjemahkan oleh Syarif Baraja
Dengan menghapus bagian yg tidak perlu
sumber. website Syeh Hamid Al Ali http://www.h-alali.net


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda