Sabtu, 17 Januari 2009

DIEN AL-ISLAM MEMELIHARA FITRAH INSAN
=====================================

ALLAAHU AKBAR, ALLAaHUAKBAR,ALLAHUAKBAR (3X) ALLAAHU AKBAR KABIIRA
WAL-HAMDULILLAAHI KATSIRAA, WASUBHAANALLAHI BUKRATAW-WA-ASHIILA.
LAA ILAAHA ILLALLAAHU WAHDAH, SHADAQA WA'DAH, WANASHARA 'ABDAH. WA
A'AZZAJUNDAH, WAHAZAMAL AHZAABA WAHDAH. LAA ILAAHA ILLALLAAHU WALA
NA'BUDU ILLAA IYYAAH. MUKHLISHIINA LAHUDDIINA WALAU KARIHAL KAAFI-
RUUN, WALAU KARIHAL MUSYRIKUUNA WALAU KARIHAL MUNAAFIQUUN.
LAA ILAAHA ILLALLAAHU WALLAAHU AKBAR, ALLAAHU AKBAR WALILLAAHIL-
HAMD.

ALHAMDULILLAHILLADZI AN'AMA 'ALAINA BINI'MATIL-IIMAAN, WAJA'ALA
RAMADHAANA SYAHRAN MUBAARAKAN UNZILA FIIHIL QUR'AN, HUDAN LINNAAS
WABAYYINAATIN MINAL HUDAA WAL FURQAAN. WAJA'ALAL 'IZZATA LAHUU WA
LIRASUULIHI WA LI'IBAADIHI DZAWI TTAQWAA WAL IIMAAAN. WAJA'ALADZ
DZILLATA WAL HAWAAN WASH-SHAGHAARA LISY-SYAITHAAN WA ATBAA'IHII
AHLISY-SYIRKI WATH-THUGHYAAN.

ASYHADU AN-LAA ILAAHA ILLALLAAHU WAHDAHUU LAA SYARIIKALAHULKARIMUL
MANNAAN. WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN 'ABDUHUU WARASUULUH, AL-MAB'UU
TSU RAHMATAN LIJAMII'IL AKWAAN.

ALLAAHUMMA SHALLI WA SALLIM 'ALAA 'ABDIKA WA RASUULIKAN-NABIYYUL
UMMIYYI WA 'ALAA AALIHI WA ANSHAARIHI WA JUNUUDIHI WA JAMII'I ASH-
HAABIH. WAMAN DA'AA BIDA'WATIHI ILAA YAUMI YAQUUMUN-NAASU LIR-RAH
MAAN.

AMMAA BA'D : FA YAA AYYUHANNAAS, ITTAQULLAHA RABBAKUM, FAQAD FAA
ZAL MUTTAQUUN. WAQAALA SUBHAANAHU WA TA'AALA : "WAMAY YATTAQILAHA
YAJ'AL LAHUU MAKHRAJA WA YARZUQHU MIN HAITSU LAA YAHTASIB"
SHADAQALLAHUL 'AZHIIM.

ALHAMDULILLAH. Segala Puja dan Puji, Keagungan, Kebesaran serta Kemu-
liaan hanyalah milik Allah Subhaanahu Wata'ala. Dia-lah yang melimpah
kan ni'mat IMAN dan ISLAM kepada kita semua, sehingga jadilah kita se
mua hamba-hamba-Nya yang berhak disebut Muslim dan Mu'min.

SHOLAWAT dan SALAM semoga senantiasa dilimpahkan Allah Ta'ala kepada
junjungan kita. Nabi kita, Pendidik kita, Pembimbing kita, Pemimpin
kita serta Panglima kita, Baginda Muhammad ibni Abdullah Rasulullah
Shallallaahu 'Alaihi Wasallam, keluarga beliau serta seluruh sahabat-
nya yang setia menjunjung kalimah LAA ILAAHA ILLALLAAH hingga yaumul
Akhir. Dan semoga kita semua termasuk kedalam barisan kafilah panjang
penuh berkah tersebut.

Hadirin jama'ah Idul Fitri Rahimakumullah,
Kita bersyukur kepada Allah Rabbul 'aalamin, karena kita baru saja
melampaui satu bulan. Semoga berfungsi sebagai sarana melatih dan mem
bina pribadi kita menjadi manusia yang bertaqwa. Bulan Ramadhan, satu
bulan yang bila disebut sebagai bulan penuh keberkahan,bulan suci, bu
lan 'ibadah, bulan taat dan bulan perjuangan serta jihad fii sabiilil
lah. Bulan yang biasa diartikan sebagai muslim taat. Ma'assalaama yaa
Ramadhan, ilal-liqaa. Semoga usia kita masih dipanjangkan sehingga da
pat berjumpa kembali denganmu, yaa Ramadhan. Yang lebih penting lagi,
semoga setelah berlalunya bulan tersebut kita tidak menjadikan kesuci
annya, keberkahannya, ibadah, taat serta perjuangan dan jihadnya seke
dar sebagai bulan-bulanan. Dan semoga kita termasuk yang berhasil me-
manfaatkan musim taat itu dengan sebaik-baiknya, sehingga kepergian-
nya tidak meninggalkan kita menjadi orang-orang yang ta'at musiman.
Amiiin.

Allaahu akbar 3x walillaahilhamd!
Jama'ah Idul Fitri Rahimakumullah!

Setelah kurang lebih satu dekade kita memasuki abad ke 15 hijriyah
atau abad kebangkitan ummat Islam, marilah sejenak kita berhenti un-
tuk berhitung, melakukan muhasabah (introspeksi). Adakah selogan "Ke-
bangkitan Ummat Islam" telah menjelma di dalam kehidupan kita, atau-
kah ia masih sekedar selogan ?
Banyak hal sepanjang ini yang menggambarkan betapa masih mempriha-
tinkannya hidup dan kehidupan sebagian besar kaum Muslimin. Baik itu
peristiwa yang berskala nasional maupun internasional. Apabila kita
evaluasi, maka kita akan temukan bahwa analisis Ustadz Mustofa Al-
Shiba'i terhadap sebab-sebab kemunduran kaum Muslimin masih tetap re-
levan sampai hari ini. Beliau menyatakan bahwa paling tidak terdapat
empat sebab utama kemunduran kaum Muslimin :

1. JAUH DARI AL-QUR'AN DAN SUNNAH RASULULLAH SAW.

Masih banyak diantara kaum Muslimin yang belum menjadikan Al-Quran
dan Sunnah Rasulullah SAW sebagai satu-satunya panduan atau pedoman
hidupnya. Jangankan dalam hal pengamalan atau penghayatan, bahkan di
bidang `pemahaman' saja masih terlalu banyak fahmul-khati' (salah fa-
ham) terhadap ajaran Islam. Sebagian besar Muslim hari ini masih be-
lum sanggup menerima pemahaman bahwa Islam merupakan aturan hidup yg
menyeluruh sempurna dan menyempurnakan (syamil-kamil-mutakammil). Bah
wa di dalam Islam tidak ada pemisahan antara kehidupan duniawi dan
ukhrawi, individu dan masyarakat, ibadah dengan akhlaq, aqidah dan
ideologi, da'wah dan jihad fi sabiilillah. Semua aspek ajaran Islam
saling melengkapi dan menyempurnakan satu sama lain.
Firman Allah Ta'ala :
"Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah
kucukupkan bagimu ni'matKu dan telah Ku-redhai Islam itu jadi aga-
mu" (QS Al-Maidah : 3)

2. INFERIORITY COMPLEX.

Akibat dari jauhnya kaum Muslimin hari ini dari sumber asli ajaran
agamanya, maka lahirlah penyakit berikutnya. Penyakit lemah mental
(inferiority complex). Hilanglah kebanggaan terhadap ajaran agamanya.
Mereka malu kalau ber'amal islami. Khawatir dirinya dianggap kolot &
fanatik. Semua ini disebabkan karena mereka jauh dari Al-Qur'an dan
As-Sunnah, hilang pula kekebalan Islami mereka (dha'fu manaa'ah isla-
miyah).

3. AT-TAQLID (PENYAKIT IKUT-IKUTAN).

Karena lemahnya mental atau kepribadian Islami, maka dengan mudah
nya berbagai tawaran konsep di luar Islam di telan dan diterima begi-
tu saja. Belum lagi ditambah dengan kenyataan bahwa musuh-musuh Islam
para jundusy-syaithan (pasukan syaitan) memang secara terencana dan
rapih serta sistematis berusaha merusak keimanan kaum Muslimin.
Maka Arus Pemurtadan ummat bertepuk dua belah tangan dengan perge-
seran nilai besar besar-besaran yang tengah berlangsung di kalangan
Muslimin. Sehingga bermunculanlah profil pemuda dan pemudi Islam yang
berfaham `materialistik', cinta pada berbagai kelezatan duniawi dan
berlomba meraihnya tanpa peduli akan cara maupun akibat negatif yang
ditimbulkannya. Semata-mata karena alasan materi lahirlah peristiwa-
peristiwa menyedihkan seperti seorang suami membunuh isteri sendiri,
ayah mencekik leher anaknya hingga tewas, perjudian, penjambretan,
dan sejenisnya.
Pergeseran nilai menimbulkan profil pemuda dan pemudi yang berfa-
ham `permissivistik' (serba boleh dan serba halal). Tidak ada batas-
batas di dalam pergaulan dan kehidupan keseharian. Tidak heran jika
sampai saat ini kita masih mendengar munculnya kasus perkosaan wani-
ta di bawah umur, mabuk-mabukan, fenomena gaya hidup baru, yaitu
"gay" dan "homoseks" yang kian hari kian dianggap lumrah dan wajar o-
leh masyarakat. Pemuda yang ingin jadi `pemudi', pemudi yang bangga
disebut lelaki. Orang tua bertingkah laku kekanak-kanakan. Ibu-ibu yg
melupakan kewajiban utamanya sedang ia disibukkan oleh kewajiban
utama `orang lain'. Suami yang tidak dapat memimpin dan mengendali-
kan rumah tangganya, bahkan ia dipimpin dan dikendalikan oleh rakyat
nya, yaitu isteri dan bahkan anak-anaknya. Pelajar yang tidak suka be
lajar. Mahasiswa yang tuna susila. Pejabat yang gila jabatan. Pengu-
asa yang lupa pada PENGUASA ALAM SEMESTA !!!

Allaahu akbar 3x walillahilhamd!
Jama'ah Idul Fitri Rahimakumullah!

4. AT-TAFRIQAH (PERPECAHAN).

Banyaknya faham diluar Islam yang diikuti kaum Muslimin berbanding
lurus dengan banyaknya `firqah (pengelompokan) dan fikrah (ideologi)'
yang lahir di tengah tubuh ummat. Pada tahun 1992 yl. kita semua me-
nyaksikan salah satu noda hitam dalam sejarah persatuan dan kesatuan
ummat Islam. Yaitu terjadinya perang teluk, Perang yang pada hakekat-
nya hanya mendatangkan kepuasan pada fihak kuffar dan kesedihan serta
malapetaka dan derita pada fihak kaum Muslimin, baik Muslimin rakyat
Iraq, Saudi maupun Kuwait. Sehingga kita perlu menyadari bahwa kekala
han Irak bukanlah berarti kekalahan kaum Muslimin. Sebab kita sadar
sesadar-sadarnya bahwa rezim Irak tidak pernah sedetikpun menunjukkan
komitmennya terhadap Islam dan perjuangan ummat Islam.
Marilah kita jadikan peristiwa itu sebagai pelajaran berharga bagi
kita. Agar dimasa-masa yang akan datang kita tidak dengan mudahnya
berfihak kepada salah satu diantara pihak-pihak dimana sesama kaum
Muslimin sedang bertikai.
"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik
membawa suatu berita, maka perikasalah dengan teliti"
(QS Al-Hujurat : 7)

Allaahu akbar 3x walillahilhamd!
Disamping segala keprihatinan ummat yang telah dibeberkan diatas,
namun tidak sepantasnyalah kita sebagai mu'min merasa pesimis. Sedemi
kian rupa sehingga menjadi mandeg dan berhenti memperjuangkan kejaya-
an Islam dan kaum Muslimin. Sebab didalam haditsnya Rasul SAW telah
bersabda :
"Barang siapa yang menyatakan : "Celakalah, binasalah kaum Muslim-
in" maka sesungguhnya dialah salah seorang penyebab kebinasaan
itu"

Marilah dengan segala optimisme dan kerendahan hati kita melihat
sejenak ke sekeliling kita beberapa hal yang dapat membangkitkan se-
mangat kita untuk tetap setia terlibat di dalam proses kebangkitan
ummat ini. Marilah kita menggunakan kacamata optimis seorang Muslim
yang senantiasa husnuzzhon (bersangka baik) terhadap Allah sebagai
penentu akhir masa depan kita.

Diantara beberapa peristiwa belakangan ini yang membuat kita op-
timis ialah :

1. Islamisasi para penduduk negeri-negeri non-Muslim.
Baik di Amerika maupun Eropa kita saksikan arus masuk Islam yang
tak terbendungkan. Baik dari kaum pria maupun wanitanya. Apalagi ke
nyataannya menunjukkan bahwa sebagian besar diantara mereka yang me
nyatakan keislaman dirinya berasal dari kalangan kaum terpelajar
serta tokoh-tokoh masyarakat. Demikian derasnya arus Islamisasi di
sana sehingga para pemimpin kafir yang memusuhi Islam dan kaum Mus-
limin sampai memperingatkan masyarakat Barat akan bahaya "sociologi-
cal bomb" yang sewaktu-waktu siap meledak.

2. Kontinuitas Jihad.
Sampai hari ini kita saksikan bagaimana gigih dan istiqamahnya
para mujahidin di Bosnia, Chechnya maupun para penggerak Intifadhah
di Palestina. Mereka terus melangsungkan perjuangan mereka di tengah
keterbatasan persenjataan dan dukungan internasional. Sesungguhnya
peristiwa-peristiwa klosal diabad 20 tersebut telah menyadarkan umat
Islam dan seluruh dunia. Darah para syuhada yang kian hari kian
deras mengalir ke dalam tubuh seluruh kaum Muslimin sedunia yang te-
ngah dilanda penyakit cinta dunia berlebihhan dan takut mati! Kebera-
nian para Mujahidin Bosnia, Chechnya menghadapi rezim Serbia dan
tentara beruang merah Rusia beserta para pemuda dan anak-anak intifa
dhah Palestina mealawan rejim Zionis-Yahudi Israel benar-benar menja
di aliran listrik yang menyetrum seluruh ummat agar bangkit berjuang
fi sabiilillah !

3. Gejala semaraknya aktifitas Ummat Islam di berbagai tempat. Apa-
lagi jika kita amati bahwa peminatnya adalah kaum muda harapan masa
depan! Baik itu dalam bentuk seminar, panel diskusi, ceramah, kajian
intensif Ramadhan, shalat berjamaah, bedah buku, apresiasi seni Islam
dan lain-lainnya.

4. Gejala semakin sadarnya ummat akan fungsi sebenarnya masjid. Se-
hingga dimana-mana mulai bermunculan aktifitas i'tikaf, perpustakaan
masjid, mentoring dan diskusi-diskusi kelompok pengkajian bersama
ajaran Islam.

5. Fenomena semakin meluasnya pengamalan jilbab di kalangan para
wanita muslim (akhwat). Baik pelajar, mahasiswi, adik-adik Taman Al-
Qur'an (TPA) bahkan para ibu.

Allaahu akbar 3x walillahilhamd!
Jama'ah Idul Fitri Rahimakumullah!

Sebagai kesimpulan khutbah ini, marilah kita menyadari bahwa se-
sungguhnya perjalanan ummat manusia pada umumnya, ummat Islam pada
khususnya hanya akan selamat manakala kita berpegang teguh dengan sum
ber ajaran yang datang dari Pencipta seluruh manusia. Sebab ajaran
Allah, al-Islam, merupakan satu-satunya jalan keluar bagi kemelut du-
nia kemarin, hari ini dan dimasa depan. Ialah semata yang dapat menja
min terpeliharanya FITRAH manusia yang memang pada hakikatnya senanti
asa cenderung pada kebaikan dan kebenaran yang datangnya dari Allah
SWT.
Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada Dien/Agama (Allah);
(tetaplah atasnya) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menu-
rut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama
yang lurus; tetapi kebanyakan manusia TIDAK MENGETAHUI nya.
(QS 30: 30)

Sabda Rasulullah SAW :
"Setiap bayi dilahirkan terlahir dalam keadaan suci (fitrah) maka
orangtuanyalah yang menjadikan dia Yahudi, Nasrani atau Majusi
(penyembah berhala). (H.R. Bukhari)

Disamping itu marilah kita tingkatkan keyakinan kita bahwa masa de-
pan tetap di tangan Islam dan kaum Muslimin. Marilah kita tingkatkan
komitmen kita untuk senantiasa terikat dan terlibat di dalam proses
Kebangkitan ummat, demi kejayaan Islam dan kaum Muslimin !

ALLAAHMMAGH FIR LILMU'MINIINA WAL MU'MINAAT, WAL MUSLIMIINA WAL-
MUSLIMAAT, AL AHYAA-U-MINHUM WAL-AMWAAT.
ALLAAHUMMA A'IZZAL ISLAAMA WAL MUSLIMIN, WA ADZILLASY SYIRKA WAL
MUSYRIKIIN. WANSHURNAA 'ALAL QAUMIL KAAFIRIIN.
ALLAHUMMAN SHUR IKHWAANANAL MUJAAHIDIINA FIL BOSNATI WAL HERZEK,
WA SYISYIN WA FILISHTHIINA WA ARAADHIL MUSLIMIIN.
ALLAAHUMMA WAHHID KALIMATAHUM WA TSABBIT AQDAAMAHUM WA SADDID RAM
YAHUM WAHDIHIM SABIILAKAL MUSTAQIIM.
ALLAAHUMMA TAQABBAL MINNA INNAKA ANTAS SAMII'UL 'ALIIM, WATUB'ALAI
NAA INNAKA ANTAT TAWWAAABUR RAHIIM.
RABBANAA AATINA FIDDUNYAA HASANAH, WAFILAAKHIRATI HASANAH, WAQINAA
'ADZAABANNAAR.
WASHALLALLAAHU 'ALAA KHAIRI KHALQIHI NABIYYINA MUHAMMADIN WA'ALAA
AALIHI WA SHAHBIHII AJMA'IIN.
WALHAMDULILLAHI RABBIL 'AALAMIN.

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda